Nokia didirikan tahun 1865 oleh Fredrik Idestam di Finlandia sebagai perusahaan yang memproduksi kertas, medium tradisional untuk berkomunikasi. Pada tahun 1967, Nokia Corporation terbentuk dengan meleburnya 3 perusahaan: Nokia Company yang memproduksi kertas, Finnish Rubber Works yang mengolah karet dan bahan-bahan kimia, serta Finnish Cable Works yang memproduksi kabel untuk telegraf. Pada tahun 1981, bersamaan dengan mulai beroperasinya NMT - jaringan selular internasional pertama - di Skandinavia, Nokia pun memproduksi ponsel mobil pertamanya.
Tahun 1992, Nokia melakukan divestasi besar-besaran untuk melepaskan bisnis-bisnis sampingannya dan memfokuskan diri pada bidang telekomunikasi. Saat ini Nokia terbagi menjadi empat divisi besar, masing-masing Nokia Networks, Nokia Mobile Phones, Nokia Ventures Organization, dan Nokia Research Center.
Dengan penguasaan pasar ponsel sekitar 30%, saat ini Nokia menjadi produsen ponsel nomer satu di dunia. Produk-produk Nokia terutama ditujukan untuk jaringan GSM, walaupun tersedia juga ponsel-ponsel Nokia untuk jaringan AMPS, CDMA, atau TDMA, dan biasanya sangat unggul dalam segi disain.
Di Indonesia, Nokia sempat merajai pasaran sekitar tahun 1998-1999 dengan 'ponsel sejuta umat'-nya, Nokia 5110. Saat itu, ponsel ini mengungguli ponsel-ponsel lain dengan terobosan bentuknya yang tanpa sudut serta ukuran yang kecil. Secara umum ponsel-ponsel Nokia yang beredar sekarang bisa dikelompokkan menjadi seri 3xxx, 5xxx, 6xxx, 7xxx, 8xxx, serta 9xxx.
Tahun 1998 Nokia meluncurkan ponsel 5110, 6110, 6150, 8810, serta 9110. Kecuali 6150 yang dual band, ponsel lainnya berbasis GSM900. Tahun 1999 tipe 3210, 7110, 8210, serta 8850 diluncurkan. Ponsel-ponsel terbaru Nokia adalah 3310, 3330, 6210, 6250, serta 9210.
Read More..

